Silvia, Helsa (2025) STANDARDISASI FORMAT KOMUNIKASI AWAL DALAM PENYAMPAIAN INFORMASI MELALUI WHATSAPP SEBAGAI UPAYA PENINGKATAN EFEKTIVITAS KOORDINASI ANTAR PROTOKOL DPR RI DENGAN STAF PENDAMPING PIMPINAN ATAU ANGGOTA DPR RI DI BANDAR UDARA SOEKARNO-HATTA. Project Report. Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia, Jakarta.
23_Helsa Silvia,A.Md.Li.pdf - Published Version
Download (6MB)
Abstract
Dokumen ini merupakan Laporan Aktualisasi Pelatihan Dasar CPNS Golongan II Angkatan XIV Tahun 2025 yang membahas standardisasi format komunikasi awal dalam penyampaian informasi melalui WhatsApp sebagai upaya peningkatan efektivitas koordinasi antar Protokol DPR RI dengan staf pendamping Pimpinan atau Anggota DPR RI di Bandar Udara Soekarno-Hatta. Permasalahan utama yang diangkat adalah belum terstandardisasinya format komunikasi awal melalui WhatsApp dalam layanan keprotokolan bandara. Sebelum aktualisasi, komunikasi masih dilakukan secara informal, tidak seragam, dan sangat bergantung pada gaya penulisan masing-masing petugas, sehingga sering ditemukan penggunaan istilah tidak baku, informasi tidak lengkap, tidak mencantumkan waktu, terminal, titik temu, PIC, atau informasi penting lainnya secara sistematis. Kondisi tersebut berpotensi menimbulkan multitafsir, keterlambatan respons, kesalahan koordinasi, gangguan dalam penjemputan atau keberangkatan pimpinan/anggota DPR RI, menurunnya profesionalitas layanan, serta melemahkan citra Protokol DPR RI. Penyusun merancang solusi berupa format standar komunikasi awal melalui WhatsApp untuk dua kebutuhan utama, yaitu format keberangkatan dan format kedatangan. Format tersebut memuat salam pembuka, nama staf pendamping, identitas petugas protokol, nama Pimpinan atau Anggota DPR RI yang didampingi, maskapai, tanggal keberangkatan, waktu boarding, tujuan, terminal, titik temu, informasi last baggage check-in dan last boarding, estimasi waktu tiba, lokasi penjemputan, informasi bagasi, kontak sopir, serta salam penutup. Pelaksanaan aktualisasi meliputi pengkajian pesan WhatsApp protokol yang selama ini digunakan, identifikasi kata baku berdasarkan KBBI, identifikasi kata asing yang belum diserap, diskusi internal dengan Protokol DPR RI Bandara Soekarno-Hatta, penyusunan kerangka format komunikasi awal, koordinasi dengan mentor dan coach, sosialisasi kepada Protokol DPR RI, revisi format berdasarkan masukan, penyebaran format melalui grup WhatsApp, uji coba penerapan oleh tujuh protokol, monitoring menggunakan Google Form, evaluasi masukan dari responden, penerapan format dalam kegiatan penugasan, serta penyebaran hasil evaluasi kepada tim. Hasil aktualisasi menunjukkan bahwa format komunikasi awal yang distandardisasi membuat pesan lebih ringkas, jelas, sistematis, dan mudah dipahami. Evaluasi menunjukkan 63,2% responden menilai format sangat memudahkan penyampaian informasi kepada staf pendamping, 63,2% menilai format sangat efektif meningkatkan kejelasan informasi seperti waktu, lokasi, tujuan, dan PIC, 63,2% menilai format sangat membantu mempercepat koordinasi, 57,9% menilai format baru sangat rapi dan jelas dibandingkan format lama, serta 73,3% responden sangat mendukung penerapan format ini secara berkelanjutan. Aktualisasi ini mendukung peningkatan efektivitas koordinasi, keseragaman komunikasi, ketepatan informasi, profesionalisme layanan protokoler, akuntabilitas ASN, penguatan literasi digital, penerapan nilai BerAKHLAK, Smart ASN, dan SMART Governance di lingkungan Sekretariat Jenderal DPR RI.
| Item Type: | Monograph (Project Report) |
|---|---|
| Subjects: | 300 – Ilmu Sosial > 390 Adat istiadat, etiket, dan cerita rakyat > 395 Etiket (tata krama), sopan santun Tajuk Subjek Tambahan > Tipe Dokumen > Aktualisasi |
| Depositing User: | Deando Dwi Permana |
| Date Deposited: | 30 Sep 2026 08:37 |
| Last Modified: | 30 Sep 2026 08:37 |
| URI: | https://repositori.dpr.go.id/id/eprint/1311 |
