Sihombing, Anton, Hartati, Eva, Amran, Amran, Purnamasidi, Muhammad Nur, Sarehwiyono, Sarehwiyono, Fadhullah, Fadhullah, Hutabarat, Salomo, Solthan, Azikin, Azis, Taslim, Asan, Marwan Cik, Misbakhun, Mukhamad, Sudarsa, Agun Gunandjar, Sartono, Sartono, Yusuf, Nova Riyanti, Irmadi, Lubis, Susanto, Agus, Dhamantra, Nyoman, Hamka, Rachmat Nasution, Jaya, Denny Jaya Abri, Uly, Y. Jacki, Sjaifoel, Endre, Wilgo, Zainar, Haryadi, Bambang, Anwar, Zulkifli, Zainab, Wa Ode Nur, Verdi, Titik Prastyowati, Hatta, Mohammad, Sudrajat, Beni, Islam, Syaikhul, Siagian, Ramson, Hasibuan, Bara, Shodiq, Djafar, Bakri, Musthafa, Harsya, Teuku Riefky, Yudhoyono, Edhie Baskoro, Subekti, Rinto, Marbun, Jhoni Allen, Zon, Fadli, Assegaf, Nurhayati Ali, Erislan, Erislan, Kardinal, Robert Joppy, Bima, Aria, Hamzah, Fahri, Monoarfa, Nurhayati, Syamsuddin, Didi Irawadi, Susiamtomo, Sigit and Aminuddin, Hasan (2019) Peran Anggota DPR RI dalam Penguatan Diplomasi Parlemen pada Tahun 2019. Badan Kerja Sama Antar Parlemen DPR RI, Jakarta.
96.PERAN ANGGOTA DPDR RI DALAM PENGUATAN DIPLOMASI PARLEMEN.pdf - Published Version
Download (6MB) | Preview
Abstract
Buku ini membahas peran anggota DPR RI dalam penguatan diplomasi parlemen sepanjang tahun 2019, yang dilaksanakan melalui kunjungan kerja perorangan ke lebih dari 20 negara. Diplomasi parlemen diposisikan sebagai instrumen strategis untuk mendukung politik luar negeri Indonesia, sebagaimana diamanatkan oleh UU No. 17 Tahun 2014 dan Peraturan DPR No. 1 Tahun 2014. Isi buku mencakup: Landasan hukum dan urgensi diplomasi parlemen, termasuk peran DPR RI dalam forum internasional seperti Inter-Parliamentary Union (IPU) dan Dewan Keamanan PBB. Rangkaian kunjungan kerja internasional yang dilakukan anggota DPR RI pada masa persidangan III–V tahun sidang 2018–2019. Kunjungan ini bertujuan memperkuat hubungan bilateral, menjajaki kerja sama ekonomi, pendidikan, sosial-budaya, serta menyerap praktik kebijakan publik di negara mitra. Isu strategis yang dibahas: perlindungan WNI dan pekerja migran (Papua Nugini, Malaysia), percepatan perjanjian perdagangan (Turki, Inggris), pengelolaan energi terbarukan (Selandia Baru, Ceko), inovasi teknologi (Swiss), sistem kesehatan (Kuba), tata kelola kota dan pemindahan ibu kota (Australia), serta penguatan toleransi beragama (Maroko). Rekomendasi kebijakan: penguatan standar kunjungan diplomasi, pembentukan grup kerja sama bilateral, peningkatan keterwakilan Indonesia di organisasi internasional, serta adopsi praktik terbaik dari negara mitra dalam bidang ekonomi, sosial, dan tata kelola pemerintahan. Secara keseluruhan, buku ini menegaskan bahwa diplomasi parlemen bukan hanya sarana membangun jejaring internasional, tetapi juga alat untuk membawa aspirasi konstituen ke kancah global, memperkuat posisi Indonesia dalam isu-isu strategis, dan mendukung pencapaian kepentingan nasional.
| Item Type: | Book |
|---|---|
| Subjects: | 300 – Ilmu Sosial > 320 Ilmu politik > 328 Proses legislatif, parlemen |
| Divisions: | Deputi Bidang Persidangan > Biro Kerja Sama Antar Parlemen dan Organisasi Internasional > Bagian Sekretariat Kerja Sama Organisasi Internasional |
| Depositing User: | Ridwan Faridan |
| Date Deposited: | 16 Dec 2025 04:05 |
| Last Modified: | 16 Dec 2025 04:05 |
| URI: | https://repositori.dpr.go.id/id/eprint/409 |
