Nainggolan, Poltak Partogi, Hariyadi, Hariyadi, Suhartono, Suhartono, Muhamad, Victor Simela, Wangke, Humphery and Pujayanti, Adirini (2002) Terorisme dan Tata Dunia Baru. Pusat Pengkajian dan Pelayanan Informasi Setjen DPR RI, Jakarta. ISBN 979-9052-20-3
131.TERORISME DAN TATA DUNIA BARU.pdf - Published Version
Download (23MB)
Abstract
Buku ini mengkaji fenomena terorisme internasional sebagai ancaman strategis dalam tata dunia pasca-Perang Dingin. Disusun oleh tim peneliti Hubungan Internasional DPR RI, buku ini menyoroti keterkaitan antara terorisme, keamanan manusia (human security), dan dinamika politik global. Analisis dilakukan melalui pendekatan multidisiplin, mencakup aspek politik, ekonomi, sosial, agama, hukum internasional, serta kebijakan luar negeri. Isu utama yang dibahas meliputi:
* Transformasi ancaman global: Terorisme bukan fenomena baru, namun meningkat intensitasnya sejak 1990-an, dengan puncak serangan 11 September 2001 dan Bom Bali 2002. Aksi terorisme bersifat non-konvensional, memanfaatkan teknologi canggih dan jaringan transnasional.
* Human security: Terorisme mengancam keamanan manusia secara luas, terkait migrasi ilegal, narkotika, perdagangan senjata, dan potensi penggunaan senjata pemusnah massal (WMD). Respons militer sering menimbulkan korban sipil dan mengurangi kebebasan sipil.
* Ketimpangan global: Kemiskinan, marginalisasi, dan ketidakadilan ekonomi-politik dunia menjadi akar radikalisme. Dominasi AS dan Barat melalui IMF, Bank Dunia, dan WTO dikritik sebagai pemicu resistensi.
* Agama dan politik: Buku ini mengulas peran agama, khususnya Islam, dalam wacana terorisme global, serta kesalahan persepsi yang menyamakan fundamentalisme dengan terorisme.
* Upaya internasional: PBB melalui resolusi dan konvensi internasional mendorong kerja sama multilateral berbasis HAM. ASEAN merumuskan strategi regional menghadapi ancaman jaringan terorisme di Asia Tenggara.
* Kebijakan AS: Analisis kritis terhadap kebijakan luar negeri pemerintahan Bush yang cenderung unilateral, serta implikasinya terhadap stabilitas global dan persepsi dunia Islam.
Kesimpulan buku menekankan perlunya restrukturisasi tata dunia menuju sistem multipolar yang lebih adil, demokratis, dan aman, serta pendekatan komprehensif yang mengatasi akar masalah sosial-ekonomi, bukan sekadar respons militer.
| Item Type: | Book |
|---|---|
| Subjects: | 300 – Ilmu Sosial > 320 Ilmu politik > 322 Hubungan negara dengan kelompok terorganisir dan anggotanya 300 – Ilmu Sosial > 320 Ilmu politik > 327 Hubungan internasional 300 – Ilmu Sosial > 320 Ilmu politik > 328 Proses legislatif, parlemen |
| Divisions: | Badan Keahlian > Pusat Analisis Keparlemenan |
| Depositing User: | Ridwan Faridan |
| Date Deposited: | 20 Jan 2026 08:22 |
| Last Modified: | 20 Jan 2026 08:22 |
| URI: | https://repositori.dpr.go.id/id/eprint/750 |
